Feed on
Posts
Comments

If you can keep your head when all about you
Are losing theirs and blaming it on you;
If you can trust when all men doubt you,
But make allowance for their doubting too;
If you can wait and yourself not being tired by waiting,
or being lied about, don’t deal in lies,
Or being hated don’t give way to hating,
And yet don’t look too good, nor talk too wise:

If you can dream-and make dreams your master;
If you can think-and not make thoughts your aim,
If you can meet with Triumph and Disaster
And treat those two impostors just the same;
If you can bear to hear the truth you’ve spoken
Twisted by knaves to make a trap for fools;
Or watch the things you give your life to, broken,
And stoop and build ‘em up with  worn-out tools:

If you can make one heap of all your winnings
And risk it on one turn of pitch-and-toss;
And lose, and start again at your beginnings
And never breathe about your loss;
If you can force your heart and nerve and sinew
To serve your turn long after they are gone,
And so hold on when there is nothing in you
Except the Will which says to them: “Hold on!”

If you can talks with crowds and keep your virtue,
Or walk with Kings-nor lose the common touch,
If neither foes nor loving friends can hurt you,
If all men count with you, but none too much;
If you can fill the unforgiving minute
With sixty seconds’ worth of distance run,
Your is the Earth and everything that’s in it,
And-which is more- “You’ll be a Man, my son!”

Rudyard Kipling

To dream the impossible dream
To fight the unbeatable foe
To bare with unbearable sorrow
To run where the brave dare not go
To right the unrightable wrong
To love pure and chased from afar
To try when your arms are too weary
To reach the unreachable star

This is my quest
To follow the star
And no matter how hopeless
And no matter how far
To fight for the right
Without question of heart
To be willing too much and to help
For a heavenly cause
And I know if I’ll only be true
To this glorious quest
Then my heart will be peaceful and calm
When I’m laid to my rest

And the world will be better for thee
That one man scorned and covered with scars
Still stroll with his last ounce of courage
To reach the unreachable star

Delapan tahun yang lalu, tepatnya 13 Maret 2002, jam 7:35 pagi di sebuah rumah sakit di jalan Sahardjo, setelah melalui perjuangan melelahkan Ibu dan bayi yang mencoba menerobos melihat dunia, selama hampir 24 jam, akhirnya dikau lahir, buah hati kami.

Betapa takjubnya bapak melihat dan menggendong dikau untuk pertama kali, sesosok bayi berat 3,8 kg dan panjang 53 cm (sekarang sudah sebahu bapak ya ? :-) ). Mencoba menyenandungkan mantram Gayatri di telingamu dengan matamu yang besar membelalak (bukannya bayi itu mestinya merem ya ?), mungkin heran melihat bapak (”siapa sih ini senyum gembira melihatku ?”).

Waktu berjalan cepat tanpa terasa. Dikau berguling, berdiri (dikau melewati phase merangkak ya nak), berjalan, masuk kelompok bermain, TK dan akhirnya sekarang dikau sudah duduk di kelas 2 SD.

Selamat ulang tahun yang ke-8. Jalan di depanmu masih panjang. Bapak dan Ibu berdoa semoga Gede selalu sehat dalam lindunganNya, tumbuh menjadi anak yang baik, sukses meraih segala cita-cita (apapun itu), hidup sejahtera dan bahagia.

Keep your dreams alive. And never give up !

Bagi anda para pecinta buku, jangan lewatkan kesempatan emas selama seminggu ini (18-25 Desember 2009) untuk mendapatkan diskon 30% (kecuali produk elektronik) di Gramedia Grand Indonesia.  Bahkan bagi anda yang belanja dengan kartu BNI dapat memperoleh diskon hingga 35%.

Namun, perlu anda ketahui dalam event seperti ini, suasana belanjanya besar kemungkinan tidak akan nyaman. Sebaiknya tidak membawa anak balita :-)

Tapi jika wishlist buku-bukunya udah banyak, ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Betul ? :-)

Gua setuju dengan pernyataan BHD, “Jangan kasus ini (penyidikan dan - sekarang - penahanan BSR & CH) dipolitisasi. Biarkan kami bekerja”. Setuju 100% Pak ! Memang di negara hukum ini, supremasi hukum harus dijunjung tinggi.

Tapi “kami” itu tidak boleh melibatkan SD (yang pernah mengaku disadap pada tgl 30 Juni dan menemui AW di Singapura pada 10 Juli) yang secara formal saat ini adalah bossnya yang menyidik BSR & CH. Ya, tentu saja kalau ada conflict of interest begini, bagaimana mungkin berharap proses hukum berjalan dengan benar. Waktu itu SD sebel HP-nya disadap ketika tim Cicak sedang mengusut kasus Bank C. Nah, Pak SD inilah yang akhirnya pertama kali  menyebut istilah kok Cicak mau melawan buaya (kayaknya istilah ini harus dipatenkan Pak :-) )

Jadi PakPol, kalau mau kredibilitas institusi anda tetap terjaga dengan baik di mata rakyat, lakukanlah proses hukum dengan cara elegan, Pak BHD bisa mengistirahatkan dulu SD. Pilih tim baru yang kredibilitasnya di mata publik dapat dipercaya. Jika PakPol ini sampai kehilangan kredibilitasnya, maka tidak hanya institusi ini yang kehilangan krediblitasnya, tapi pemerintahan yang baru mulai 20 Oktober ini juga akan mengalami dampak yang tentunya kurang baik.

Gua mendukung pemerintahan saat ini karena gua beranggapan mereka memiliki komitmen yang lebih baik dalam pemberantasan korupsi dari pemerintahan sebelumnya. (Belum pernah ada kejadian di republik ini, keluarga presiden (baca : besan) yang diadili dan ditahan). Jadi jangan sampai kasus ini merusak kredibilitas pemerintahan.

Ayo, PakPol, pilih tim independen (paling tidak dari pengaruh SD) dengan kredibilitas tinggi. Buktikan institusi anda masih dapat dipercaya oleh rakyat untuk menjunjung tinggi hukum di negara kita. Jika konflik ini terus berlanjut, produktivitas Cicak dan buaya turun, dan yang senang siapa ?

Tikus tentu saja :-)

Kado Terindah

Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.

”Untuk apa?” – tanya sang ayah.

”Untuk kado, mau kasih hadiah,” – jawab si kecil.

”Jangan dibuang-buang ya.” – pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Persis pada hari raya, pagi-pagi si cilik sudah bangun dan membangunkan ayahnya,

“Pa, Pa – ada hadiah untuk Papa.”

Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab,

”Sudahlah nanti saja.”

Tetapi si kecil pantang menyerah, ”Pa, Pa, bangun Pa – sudah siang.”

”Ah, kamu gimana sih  –  pagi-pagi sudah bangunin Papa.”

Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.

“Hadiah apa nih?”

“Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong pa, buka sekarang.”

Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak berisi apa pun juga.

”Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal?”

Si kecil menjawab, ”Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa.”

Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya.

“Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu Menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau Perlu Ciuman Putri, Papa akan mengambil satu, Nanti kalau kosong – diisi lagi Ya !”

 

Boks kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki Nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu Tinggi. Apa yang terjadi? Lalu, kendati nilai itu memiliki nilai yang Sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong.

Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.

Kesimpulannya,

Kosong dan penuh – dua-duanya merupakan produk dari ”pikiran” anda sendiri.

Sebagaimana anda memandangi hidup – demikianlah kehidupan anda.

Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya. Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong…

=================

Dipublish dari kumpulan email yang ada di inbox gua, ketika mau bersih-bersih ngapusin email yang tidak penting…..

Wow…. coba lihat photo 1 dan 3.  Anda pasti terpesona.

Tapi kali ini, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, wakil Indonesia ke ajang Miss Universe kali ini, selain cantik dan sexy tentu saja, tetapi juga tampil percaya diri dan cerdas dalam menjawab pertanyaan.

Saat ini masih menempati posisi kedua dalam rating bersaing dengan Miss Brazil dan Miss Vietnam.

Zivanna Letisha Siregar, mungkinkan akan menjadi Miss Universe pertama dari Indonesia ? Atau paling tidak runner-up ?

Kita tunggu saja yok ! Sementara itu, boleh kok melongok ke www.missuniverse.com :-)

Diskon 30% di Gramedia

Bagi teman-teman pecinta buku, manfaatkan momen menarik selama 11 - 17 Agustus 2009 di Gramedia Emporium Pluit Mall. Diskon 30% untuk semua produk, kecuali produk elektronik.

Pengin banget ke sana, tapi alamak jauh banget. Bogor - Pluit….. wah itu sih dari ujung ke ujung :-)

Ada yang mau ke sana ? Boleh titip beli komik-nya Teguh Santosa yang baru diterbitkan kembali ? Kepingin koleksi untuk mengenang kembali masa SD ketika membaca komik Mahabharata yang ada sebagai sisipan majalah Ananda. Sekalian mau ngasi kesempatan bagi anak-anak gua supaya bisa belajar dari komik tersebut.

Bisnis Mama Dhita

Krupuk3DimensiKennieMamaDhita

Krupuk3DimensiKennieMamaDhita

Gua ucapkan selamat kepada beberapa teman yang bersedia mengemban tanggung jawab menjadi anggota KPPS. Suatu pengorbanan yang luarbiasa dalam proses demokrasi kita, apalagi dengan adanya keputusan MK yang mengijinkan pemilih yang tidak terdaftar pada DPT menggunakan KTP/Paspor sebagai tanda pengenal. Tentu saja MK sudah memberikan beberapa aturan sebagai pagar dalam keputusan tersebut.

Namun dengan adanya keputusan itu, tidak bisa dipungkiri, pasti banyak hal-hal yang tidak terduga muncul dalam pelaksanaan di lapangan. Semoga saja, apapun kondisinya, Pilpres besok dapat berjalan dengan lancar, damai dan memunculkan pemimpin Indonesia yang legitimate.

Mari kita pastikan !

Older Posts »